Berbagi Ilmu, Inspirasi, Motivasi, dan Opini

Kumpulan Kata-kata Bijak Soe Hok Gie

IMANZENIT.com - Kata-kata Bijak Soe Hok Gie - Menurut kamus, makna dari kata bijaksana ialah melakukan tindakan sesuai pikiran, akal sehat hingga membuahkan tingkah laku yang selaras, sesuai serta cocok. Umumnya, saat sebelum melakukan tindakan dibarengi dengan pemikiran yang cukup masak hingga aksi yang dihasilkan tak menyimpang dari pemikiran. Si bijak tahu hal mana yang bisa dikerjakan dan yang tidak.

Misalnya saja dalam pengelolaan keuangan. Orang yang bijaksana dapat membedakan mana sebagai prioritas paling utama serta mana yang tak terlampau utama dikerjakan. Hal pertama waktu uang di terima ialah pikirkan perihal investasi atau tabungan. Kebijaksanaan di sini terkait erat dengan kecerdasan serta penekanan hawa nafsu/hasrat.

Baiklah sobat, berikut di bawah ini disajikan sejumlah kata-kata bijak milik Soe Hok Gie yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan sobat bisa memilih salah satunya dengan harapan mudah-mudah dapat dijadikan suatu motivasi untuk hidup dengan lebih baik lagi.

Kumpulan Kata Kata Bijak Soe Hok Gie
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya, tanpa bisa kita mengerti, tanpa bisa kita menawar... Terimalah, dan hadapilah. #Gie
Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis...
Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
To be a human is to be destroyed.
Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
Berjuanglah para mahasiswa Indonesia. Perlemah gerakan para mafia dengan ideliasme kalian dalam menegakkan kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
Itulah kumpulan kata-kata bijak Soe Hok Gie. Memang manusia di ciptakan mempunyai kebolehan melebihi makhluk hidup yang lain. Manusia mempunyai akal serta pikiran yang tak dipunyai hewan ataupun tumbuhan. Dengan demikian, telah semestinya manusia selalu berlaku serta berperilaku dengan cara bijaksana di muka bumi ini.

Berapapun pendapatan yang di terima, tak jadi permasalahan bila dikelola dengan bijaksana. Intinya ialah penguasaan diri. Andaikata kaum petinggi di negeri ini dapat memikirkan serta melakukan tindakan bijaksana, berapakah pengeluaran negara yang dapat dihemat, berapakah hutang negara yang dapat dibayar serta begitu tentramnya negeri ini. Seluruhnya bermula dari pola pikir atau mind set sederhana serta bijaksana. Tanpa ada memerlukan korupsi...! Semoga bermanfaat.

Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Google+
Tags :

Related : Kumpulan Kata-kata Bijak Soe Hok Gie